Sains

now browsing by category

 

SpaceX Minta Izin Luncurkan 4.425 Satelit Kelilingi Bumi

Raksasa-raksasa teknologi Silicon Valley sibuk mencari cara untuk menyebarkan cakupan jaringan internet

Rajapoker88 — Selain Facebook dan Google, perusahaan antariksa SpaceX yang didirikan miliarder Elon Musk juga mencari cara untuk menyebarkan cakupan jaringan internet.

screenshot_21

Metodenya bukan dengan memakai drone atau balon udara, tapi satelit sejumlah 4.425 buah yang mengorbit di luar angkasa dalam sebuah jaringan raksasa.

Tujuannya untuk memancarkan gelombang internet broadband yang mencakup seantero planet Bumi.

“Jaringan satelit ini dirancang untuk memberikan aneka layanan broadband dan komunikasi. Semua itu untuk keperluan komersil, perumahan, institusi, pemerintahan, dan profesional di seluruh dunia,” sebut Space X.

Angka tersebut lebih banyak dari jumlah satelit aktif yang sekarang mengorbit Bumi, sebanyak 1.419 buah.

SpaceX baru saja mengajukan izin untuk meluncurkan 4.425 satelit internet itu ke Federal Communications Commission (FCC) di Amerika Serikat pekan ini.

screenshot_22

Tiap satelit nantinya bakal berbobot sekitar 386 kg dan berukuran sebesar mobil kecil. Jalur orbitnya dipatok di ketinggian 1.150 km hingga 1.275 km di atas Bumi

Dari sana, masing-masing satelit sanggup memancarkan gelombang internet yang mencakup area berbentuk elips dengan radius 1060 km. SpaceX berencana meluncurkan ke-4.425 satelit dalam dua tahap.

Apabila sudah beroperasi secara penuh, jaringan satelit milik SpaceX ini diklaim mampu memberikan koneksi internet global dengan kecepatan mencapai 1 Gbps per pengguna, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata kecepatan internet global sebesar 5,1 Mbps per pengguna, menurut catatan lembaga cloud Akamai pada akhir 2015.

Meski begitu, masih belum jelas kapan rencana muluk SpaceX ini akan mulai dijalankan. Selain SpaceX, Facebook diketahui memiliki proyek serupa dengan satelit bernama AMOS-6.

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

Fakta Fenomena Langit Supermoon 14 November 2016

Rajapoker88 — Fenomena langit supermoon kembali dapat disaksikan pada 14 November 2016. Saat itu, Bulan akan terlihat paling besar dan terang dalam kurun 70 tahun terakhir.

090140900_1479027719-supermoon3

Bulan purnama itu tak hanya menjadi supermoon yang terdekat dan tercerah selama 2016, tapi juga terbesar sejak 1948

Bulan Tak Terlihat Begitu Beda

Meski menurut peneliti supermoon akan membuat Bulan 15 persen lebih besar dan 16 persen lebih terang dari bulan purnama biasa. Rata-rata astronom amatir tidak akan melihat banyak perbedaan.
“Itu tidak cukup untuk melihat perbedaannya, kecuali Anda benar-benar memperhatikan,” ujar editor senior.
Namun ada kemungkinan bahwa bulan akan terlihat sangat besar jika Anda melihatnya di dekat ufuk atau kaki langit, di mana efek tersebut dikenal dengan nama “Ilusi Bulan”.

Ombak Akan Lebih Tinggi

Mereka yang tinggal di dekat laut akan mengalami pasang surut yang lebih besar dari biasanya, layaknya “pasang purnama” yang terjadi saat fase Bulan berada dalam fase baru atau penuh.
Hal itu disebabkan karena Matahari, Bumi, dan Bulan akan berada dalam satu garis selaras, dan tarikan gravitasi kedua benda angkasa luar itu yang menyebabkan ombak di Bumi akan lebih tinggi.

Supermoon Terjadi 3 Kali pada 2016

Para pengamat langit yang beruntung akan dapat melihat tiga supermoon sekaligus untuk menutup 2016. Sementara fenomena pada Oktober sudah berlalu, masih terdapat dua supermoon lain yang terjadi pada 14 November dan 13 Desember.
Hal tersebut dapat disebut peristiwa langka, karena biasanya supermoon terjadi satu kali setiap 13 bulan.

Supermoon 14 November Jadi Salah Satu yang Paling Terang

Supermoon 14 November akan menjadi yang paling terang sejak 1948. NASA juga menyebut, fenomena itu baru akan terjadi lagi pada 25 November 2034.
Untuk menyaksikan fenomena itu, Anda tak perlu menggunakan teleskop karena bisa disaksikan dengan mata telanjang.

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

Misteri Segitiga Bermuda Terungkap

Terungkap Penyebab Hilangnya Ribuan Kapal di Segitiga Bermuda

Rajapoker88 — Misteri Segitiga Bermuda kerap disalahkan atas hilang nya kapal – kapal, pesawat – pesawat, dan ribuan nyawa manusia sepanjang abad. Namun tak satupun dari peneliti menjawab, mengapa bisa begitu.

085892800_1477455086-3993b2c000000578-0-image-a-3_1477037149334

Dilansir Dailymail.co.uk, para ilmuwan kini menemukan fenomena yang dicurigai sebagai penyebab mengapa kapal dan pesawat bisa lenyap sekejap. Para ilmuwan menyebut ada semacam awan yang berbentuk heksagonal yang terdapat di atas kawasan Segitiga Bermuda.

Awan itu mampu memicu badai dengan kecepatan angin yang mencapai 170mph. Gelombang awan itu bahkan mencapai ketinggian 45 kaki.

078894000_1477455022-162eb396000005dc-0-image-a-2_1477036230266

Ahli Metereologi, Randy Cervany mengatakan, pola kemunculan awan heksagonal tergantung pada cuaca. “Mereka di bentuk oleh apa yang disebut microbursts. Ledakan dari udara menghempas ke laut dan memicu gelombang yang besar,” ujarnya.

Cervany menambahkan, ada tiga titik kemunculan awan heksagonal namun pola ini masih dipelajari ilmuwan karena kemunculannya masih bersifat acak. “Kadang berada di atas ujung barat Segitiga Bermuda,” ujarnya.

Para ilmuwan percaya, fenomena awan ini menjadi misteri di balik hilang nya ribuan kapal di Segitiga Bermuda. Setidaknya dalam 100 tahun terakhir, 1000 jiwa telah dinyatakan hilang di sana. Dalam setahun, jika dirata-rata ada 20 kapal dan 4 pesawat yang hilang di sana.

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

Ada Berapa Banyak Galaksi di Tata Surya?

Rajapoker88 —  Kira-kira ada berapa banyak galaksi yang tersebar di Tata Surya? Berdasarkan prediksi dan kalkulasi ilmuwan antariksa di NASA, ada sekitar lebih dari 2 triliun galaksi yang hidup di tata surya.

screenshot_16

Seperti dilansir Mirror, Sabtu (15/10/2016), para ilmuwan tersebut mencoba untuk menghitung jumlah galaksi dari gambar-gambar luar angkasa yang diambil dari teleskop Hubble Space dan observatorium di seluruh dunia.

Coba Tebak

Dengan menggunakan peta 3D, gambar-gambar tersebut diteliti lebih lanjut. Para ilmuwan ini mencoba mengambil berapa banyak volume galaksi yang dimuat dari pecahan bintang dan putaran cahaya raksasa yang ada di luar angkasa.

Bahkan, berdasarkan analisis dari salah seorang ilmuwan, Profesor Christopher Conselice, beberapa galaksi sudah lebih dulu lahir sebelum Bumi tercipta. Dalam hal ini, yang ia bicarakan bukan galaksi Bimasakti–galaksi di mana kita hidup pada saat ini.

galaxy-wallpaper-11

“Galaksi-galaksi yang tercipta di masa lalu menandakan bahwa alam semesta memang terus berevolusi. Sayangnya, kita tidak bisa memastikan galaksi mana yang pertama muncul,” kata Profesor yang mengajar di University of Nottingham tersebut.

“Sampai detik ini, berapa jumlah galaksi yang benar-benar hidup di alam semesta memang masih jadi pertanyaan banyak orang. Semoga saja prediksi kami tidak meleset. Siapa tahu, ke depannya makin banyak galaksi yang kita temukan dengan teleskop berteknologi canggih?” pungkasnya.

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

Stephen Hawking : Kita Harus Waspada Dengan Sinyal Alien

Rajapoker88 — Seorang ahli astrofiska terkemuka, Stephen Hawking, mengemukakan pendapat mengejutkan. Ia berkata bahwa manusia harus waspada dalam mencari koneksi dengan peradaban alien.

screenshot_14

Pada 2010, Hawking mengatakan bahwa alien mungkin merupakan perampok rakus yang mengelilingi angkasa luar untuk menjarah sumber daya dan mencari planet-planet untuk ditaklukkan dan dijajah.

Baru-baru ini ia menegaskan kembali peringatan tersebut dalam sebuah video dokumenter terbaru yang bisa diakses secara streaming di Curiosity Stream, yakni Stephen Hawking’s Favorite Places.

Gliese 832c

Hawking menambahkan “Ketika saya tumbuh dewasa saya lebih yakin dari sebelumnya bahwa kita tidak sendirian.”

“Suatu hari, kita dapat menerima sinyal dari planet seperti ini,” ujar Hawking dalam video dokumenter. Ucapannya mengacu pada dunia asing yang menurutnya berpotensi dihuni alien, Gliese 832c.

Gliese 832c adalah sebuah planet dengan jarak 16 tahun cahaya dari bumi. Pada Gliese, setahun berlangsung 36 hari, suasana yang kental dengan kabut dan satu sisi terus menghadapi mataharinya.

screenshot_13

“Tapi kita harus waspada dalam menjawab mereka kembali. Bertemu sebuah peradaban maju bisa seperti saat penduduk asli Amerika menghadapi Colombus. Yang pada akhirnya tak berujung begitu baik,” ujarnya.

Namun beberapa astronom lain menganggap, peringatan yang dikemukakan Hawking tak beralasan.

Mereka berpendapat bahwa setiap peradaban alien sudah cukup maju untuk datang ke Bumi. Dan pasti sudah mengetahui keberadaan manusia melalui sinyal radio dan TV yang telah dikirim ke angkasa luar sejak tahun 1900-an.

screenshot_15

Renungan mengenai alien tersebut merupakan bagian dari acara Stephen Hawking’s Favorite Places, yakni sebuah tayangan dokumenter berdurasi 26 menit yang menampilkan antariksa dari lebih dekat melalui pesawat angkasa luar rekaan S.S Hawking.

Dalam tayangan tersebut, Hawking mengunjungi lima tempat favoritnya. Ia mengamati Big Bang yang dianggapnya menjadi awal mula terbentuknya semesta, mengunjungi lubang hitam raksasa di pusat galaksi Bima Sakti, melakukan perjalanan ke Gliese 832c dan Saturnus. Terakhir, ia berhenti di Santa Barbara, California.

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

Ilmuwan Temukan Gurita Ungu Mirip Kartun di Dasar Laut

Rajapoker88 — Ilmuwan di kapal penjelajah Nautilus atau biasa disebut E/V Nautilus menemukan makhluk laut gurita ungu nan menggemaskan, di kedalaman 900 meter.

Screenshot_16

gurita ungu

Penemuan tersebut diunggah tim peneliti Nautilus ke situs berbagi video. Dalam rekaman itu, kita dapat mendengar ketakjuban mereka saat menemukan makhluk ungu bermata bulat besar seperti tokoh kartun.

“Matanya seperti bola…tampak seperti palsu! Ia terlihat seperti mainan yang dijatuhkan anak kecil,” ujar seorang wanita.

Sementara dua orang lainnya mengatakan bahwa mata makhluk itu tampak seperti dilukis.

Walaupun awalnya sempat terdapat perdebatan, namun tim peneliti menyebut bahwa makhluk laut berwarna ungu tersebut merupakan ‘cumi gemuk’ Rossia pacifica yang berkerabat dekat dengan sotong.

“Spesies ini menghabiskan hidupnya di dasar laut, mengaktifkan jaket lendir nan lengket dan menggali ke dalam tanah untuk berkamuflase, lalu menyembulkan matanya kepada mangsa seperti udang dan ikan kecil,” jelas E/V Nautilus dalam video yang diunggahnya.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu (17/8/2016), makhluk ungu tersebut di Trask Knoll, bukit bawah laut Santa Monica, California, Amerika Serikat.

Tak hanya kali ini saja peneliti E/V Nautilius menemukan makhluk ‘ajaib’. Bulan lalu mereka menemukan bola ungu kecil yang terselip di antara bebatuan di lepas pantai California.

Bola misterius itu ditemukan pada 18 Juli, ketika E/V Nautilus menjelajahi Arguello Canyon, di barat Channel Islands National Marine Sanctuary, saat robot Hercules menyelam ke kedalaman 1.616 untuk mengamati kerang dan kepiting.

Screenshot_15

Hingga saat ini, dugaan jenis hewan yang paling mendekati adalah gastropoda–hewan yang termasuk ke dalam filum moluska– bernama pleurobranch. Namun tak menutup kemungkinan jika bola ungu itu merupakan spesies baru.

E/V Nautilius dioperasikan oleh Ocean Exploration Trust, sebuah organisasi nonprofit yang didirikan oleh ahli oseanografi Robert Ballard. Sejak Mei 2016, kapal tersebut telah menjelajah Samudera Pasifik timur, dimulai dari Pulau Vancouver, Kanada, dan berlayar ke selatan.

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

Misteri Megastruktur Alien di KIC 8.462.852

KIC 8.462.852 yang buat bingung astronom

Rajapoker88news.com — Para astronom saat ini masih dibuat bingung oleh misteri yang terjadi pada perilaku tak menentu dari fenomena sebuah bintang KIC 8.462.852. Pada awalnya, bintang ini ditemukan berada diantara konstelasi Cygnus dan Lyra oleh Teleskop Luar Angkasa Kepler pada tahun 2009. Bintang yang dikenal sebagai KIC 8.462.852 ini telah lama menjadi sesuatu dari sebuah teka-teki bagi para astronom.

Screenshot_15

Tidak seperti kebanyakan bintang atau planet host lainnya, bintang ini menunjukkan sesuatu yang aneh secara periodik ketika planet mereka lewat di depannya. Yang satu ini tampaknya menunjukkan indikasi besar yang tidak menentu, seolah terdapat bermacam-macam materi padat yang mengorbit di sekitarnya. Apakah materi itu struktur yang dibangun oleh Alien? Atau sesuatu entah apa, karena hingga saat ini masih misteri.

Dalam penelitian terbaru, para astronom Ben Montet dan Joshua Simon menjelajahinya. Melalui semua data yang tercatat oleh teleskop Kepler yang menemukan jejak bintang tertentu sebagai perbandingan dan analisis.

Mereka memutuskan bahwa peredupan bintang ini sepertinya terjadi sekitar 0,34% per tahun sejak ditemukannya. Namun entah kenapa kini jatuh ke angka 2,5% selama 200 hari sebelum kembali ke tingkat peredupan aslinya.

Jadi apa yang mungkin bertanggung jawab atas pengamatan yang aneh ini?

Berikut ini data-data mengenai bintang KIC 8.462.852 yang berhasil dicatat berkat teleskop Kepler:

Screenshot_12

Screenshot_13

Screenshot_14

Beberapa ilmuwan telah mengemukakan teori bahwa awan besar debu atau komet mungkin secara bertahap jatuh ke arah bintang, namun yang lain berpendapat bahwa awan tersebut seharusnya dapat ditunjukkan pada infra-merah scan sayangnya tidak ada bukti yang seperti ini pernah ditemukan.

Teori pun akhirnya berkembang, mengungkap bahwa ada kemungkinan fenomena tersebut adalah hasil dari struktur buatan yang sangat besar mengorbit di sekitar bintang itu, yaitu sebuah megastruktur alien seperti Dyson Sphere. Dimana megastruktur ini dibangun untuk menangkap energi dari sebuah bintang.

SETI (Search for Extra Terrestrial Intelligence) bahkan telah berusaha untuk mencari bukti sinar laser buatan di sekitar bintang itu tapi sejauh upaya mereka hanya menghasilkan tangan kosong.

Sejak ditemukannya, peredupan aneh bintang KIC 8462852 tetap menjadi misteri hingga saat ini.

“Kami menghabiskan waktu yang lama untuk mencoba meyakinkan diri, bahwa ini tidaklah nyata,” kata Montet.

“Tapi kami tidak mampu.”

Apakah struktur tersebut peradaban alien?? Yang hidup mengandalkan energi dari bintang?? Entahlah…

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

NASA Selidiki Asteroid Bennu yang Bisa Picu ‘Bencana Global’

Rajapoker88news.com — Asteroid Bennu, melintasi orbit Bumi setiap enam tahun sekali dan jaraknya makin dekat semenjak ditemukan pada 1999. Pada 2135, diperkirakan Bennu akan melintas di antara Bulan dan Bumi.

Screenshot_57

Jarak tersebut dinilai sangat dekat dan gravitasi Bumi diyakini dapat mempengaruhi orbit Bennu.

Dikutip dari News.com.au, Senin (1/8/2016), Asteroid Bennu itu berdiameter sekitar 487 meter dan mengelilingi Matahari dengan kecepatan rata-rata 101 ribu kilometer per jam.

Meski kemungkinan terjadinya tabrakan sangat kecil, jika hal tersebut terjadi maka akan menimbulkan dampak signifikan. Kekuatan hantaman Asteroid Bennu setara dengan tiga miliar ton bahan peledak berkekuatan tinggi atau 200 kali kekuatan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima.

“Dalam hal ukuran, Bennu dapat menyebabkan bencana global,” kata Profesor Mark Bailey dari Armagh Observatory di Irlandia Utara.

Screenshot_58

NASA rencananya akan meluncurkan probe Osiris-Rex untuk mempelajari Bennu pada September mendatang.

Probe itu akan mengorbit Matahari selama setahun untuk membangun kekuatan sebelum ia kembali ke sekitar Bumi dan menggunakan gravitasi planet untuk menyelaraskan orbitnya dengan Asteroid Bennu. Rencanannya Osiris-Rex dan asteroid itu akan bertemu pada Agustus 2018.

Osiris-Rex kemudian akan menghabiskan pemetaan asteroid selama setahun dan kemudian melayang di atas permukaannya untuk mengambil sejumlah puing sebelum kembali lagi ke Bumi.

Bagi para ilmuwan, kesempatan untuk memperoleh puing-puing Bennu yang mengandung karbon merupakan hal menarik.

“Bennu merupakan asteroid yang terdiri dari karbon, peninggalan kuno dari awal tata surya yang penuh dengan molekul organik,” ujar Profesor ilmu planet di Arizona Univeristy, Dante Lauretta.

“Asteroid seperti Bennu mungkin telah menyemai Bumi dengan bahan ini, memberikan kontribusi untuk primodial soup (sup purba) di mana kehidupan muncul,” jelasnya.

Tugas Osiris-Rex penting lainnya adalah mengukur kekuatan baru yang disebut dengan efek Yarkovsky di mana dapat membuat asteroid meluncur di sekitar tata surya dan berpotensi bergerak menuju Bumi.

Kekuatan ini membuat lintasan Asteroid Bennu sulit untuk diprediksi, namun ilmuwan mengetahui bahwa posisinya telah bergeser sejauh 160 kilometer sejak tahun 1999.

“Kami perlu tahu segala hal tentang Bennu — ukuran, massa, dan komposisi. Ini dapat menjadi data penting untuk generasi yang akan datang tambahnya,” ujar Lauretta.

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

Ilmuwan Temukan ‘Bola Ungu’ Misterius di Laut, Spesies Laut Baru?

Rajapoker88news.com — Spesies laut baru di temukan oleh Ilmuwan di kapal penjelajah Nautilus atau biasa disebut E/V Nautilus, yakni bola ungu kecil yang terselip di antara bebatuan di lepas pantai California.

Screenshot_18

Hingga saat ini, dugaan jenis hewan yang paling mendekati adalah gastropoda–hewan yang termasuk ke dalam filum moluska– bernama pleurobranch. Namun tak menutup kemungkinan jika bola ungu itu merupakan spesies laut baru.

“Tak ada spesies pleurobranch California yang sudah diketahui berwarna ungu,” ujar juru bicara ekspedisi kapal penjelajah Nautilus, Susan Poulton, seperti dikutip dari Live Science, Jumat (29/7/2016).

Bola itu ditemukan pada 18 Juli ketika E/V Nautilus menjelajahi Arguello Canyon, di barat Channel Islands National Marine Sanctuary, saat robot Hercules menyelam ke kedalaman 1.616 untuk mengamati kerang dan kepiting.

Peneliti memutuskan mengambil makhluk laut baru itu dengan Hercules. Bola itu yang membentang menjadi dua lobus, setelah dibawa ke atas kapal dan memiliki ukuran sekitar 5 sentimeter.

Mereka kemudian mengirim organisme itu ke Harvard Museum of Comparative Zoology untuk diteliti. Tim tersebut juga mengambil sampe analisa RNA dan berencana untuk melakukan analisa DNA.

“Untuk mengonfirmasi bahwa itu merupakan spesies baru, akan membutuhkan waktu beberapa bulan,” ujar Poulton.

Menurut Poulton, tim E/V Nautilus realtif tak biasa menemukan spesies yang benar-benar baru dan membutuhkan waktu untuk mengonfirmasi fakta itu. Tim tersebut biasanya menemukan organisme, di area di mana sebelumnya tak ada orang yang tahu terdapat makhluk hidup.

Kemungkinan bola ungu itu merupakan gastropoda yang sebelumnya pernah diketahui, namun belum pernah terlihat di perairan California sebelumnya, demikian menurut Poulton.

E/V Nautilius dioperasikan oleh Ocean Exploration Trust, sebuah organisasi nonprofit yang didirikan oleh ahli oseanografi Robert Ballard. Sejak Mei 2016, kapal tersebut telah menjelajah Samudera Pasifik timur, dimulai dari Pulau Vancouver, Kanada, dan berlayar ke selatan.

Saat ini, kapal tersebut berada di lepas pantai Los Angeles dan sedang menyelidiki batas kontinental Southern California.

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

Ilmuwan Temukan 2 Planet Mirip Bumi, Ada Kehidupan di Sana?

Rajapoker88news.com — Baru-baru ini, para ilmuwan menyatakan telah menemukan 2 planet mirip bumi yang dapat dihuni dan memiliki struktur bebatuan seperti Bumi. Hal tersebut membuat peneliti angkasa luar percaya bahwa peluang untuk menemukan kehidupan di planet selain Bumi lebih besar.

Screenshot_44

Seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (21/7/2016) 2 planet mirip bumi tersebut dilaporkan berada dekat dengan Tata Surya — sejauh 40 tahun cahaya — mengorbit sebuah bintang ‘kecil’ yang disebut Trappist-1.

Bintang tersebut terlihat berwarna kemerahan, diakibatkan oleh cahaya inframerah yang terlihat di bawah spektrum. Kedua planet tersebut ‘tertangkap’ saat sedang berpindah – kejadian yang langka – berpapasan secara hampir bersamaan di depan bintang mereka.

2 planet mirip bumi tersebut terlihat dengan jelas oleh teleskop ruang angkasa, Hubble, pada orbitnya. “Anda hanya memiliki 45 menit untuk mengamati secara terus-menerus. Kami sangat beruntung planet tersebut sejajar dengan sempurna,” kata seorang pengamat MIT, Juliet de Wit.

Setelah menemukan planet-planet tersebut pada Mei 2016, para peneliti melihat bahwa perpindahan ganda akan segera terjadi dalam kurun waktu dua minggu. Mereka lalu membuat proposal dengan tergesa-gesa, kurang dari 24 jam. Setelah ditinjau, penegamatan disetujui untuk dilanjutkan.

Lalu, dengan menggunakan teleskop sistem bintang, para ahli itu mengawasi dengan ketat pergerakan planet tersebut. Mereka menyaksikan cahaya bintang berkedip-kedip sambil menukik, selama perjalanannya melalui atmosfer Bumi. Jika cahaya tukikan diperbesar, akan menimbulkan efek membentuk atmosfer gas bercahaya, dengan awan besar berputar mengelilingi planet tersebut.

Sementara itu, andaikan panjang gelombang tersebut lebih bervariasi, maka atmosfer yang lebih padat dan tebal — seperti atmosfer Bumi — akan terbentuk. “Seharusnya kita bisa melihat perbedaan yang lebih signifikan dari jumlah cahaya yang diblokir oleh atmosfer. Seperti atmosfer besar dan menyebar pada Jupiter atau Neptunus,” kata De Wit.

“Namun, karena kita tidak melihat perbedaan yang besar, berarti kemungkinannya adalah planet tersebut sama seperti Merkurius, Venus Mars, dan Bumi,” ujar sang peneliti. Meskipun dua planet ‘alien’ tersebut berbatu dan mengorbit bintang, mereka memiliki perbedaan yang mencolok dari Bumi dan planet tetangga lainnya.

De Wit mengatakan pasangan planet tersebut ‘terkait’ satu sama lain. Di mana satu planet menghadap Matahari, sementara yang lainnya berdiam dalam bayangan – seperti Bulan dan Bumi. “Bisa saja planet tersebut ‘dunia’ air, sesuatu yang belum ada di tata surya. Atau bisa saja atmosfer yang didominasi oleh oksigen,” kata De Wit.

Kedua planet tersebut bisa saja memiliki atmosfer seperti Venus, di mana karbon dioksida melapisi langit; Bumi, dengan awan tebal dan bercampur nitrogen dan oksigen; atau Mars, di mana atmosfernya bercampur dengan angin matahari.

“Dengan bantuan alat-alat yang lebih canggih, dapat membuat para ilmuwan menjelaskan elemen dan molekul yang mendominasi atmosfer planet tersebut,” jelas De Wit.

Tim peneliti itu berharap untuk dapat terus melanjutkan penelitian terhadap tiga planet lainnya di sistem Trappist. “Kami akan meneliti sekitar 70 bintang dan terus mencari planet-planet lainnya,” kata dia.

Penelitian menggunakan teleskop Trappist itu dilakukan di padang pasir Atacama, Chile. Desain Trappist dilengkapi dengan inframerah dan prototipe objek besar (Speculoos), yang dapat mempelajari 500 sistem bintang dengan fokus pada terang dan bintang kecil.

Menurut De Wit, dengan menggunakan teleskop baru — seharga US$ 400 ribu atau Rp 5,2 miliar — mereka dapat membuat catatan detail planet dan bintang-bintang.

Sejauh ini, para ilmuwan NASA telah menemukan lebih dari 1,200 planet di luar tata surya kita, termasuk 500 planet batu. Tiga planet yang ditemukan dalam 18 bulan terakhir membuat harapan para ilmuwan bertambah, untuk menemukan planet yang bisa dihuni, berjarak tak terlalu jauh dan dekat matahari, memiliki permukaan bebatuan, serta air.

 

post by : Rajapoker88news.com
agen poker online indonesia terpercaya

^