Gaja Vietnam Di Ancam Punah Buruan Ekor Gajah Untung

Gaja Vietnam Di Ancam Punah Karena Perburuan Ekor Gajah yang Disebut Membawa Keberuntungan

Gaja Vietnam Di Ancam Punah Karena Perburuan Ekor Gajah yang Disebut Membawa Keberuntungan

rajapoker88news_ Ekor Gajah, Gajah asia (Elephas maximus), kadang dikenal dengan nama salah satu subspesiesnya, gajah india, adalah satu dari tiga spesies gajah yang masih hidup, dan merupakan satu-satunya spesies gajah dari genus Elephas yang masih hidup. Hewan ini adalah hewan darat terbesat di Asia. Gajah Asia adalah spesies terancam karena habitat yang terus berkurang dan perburuan liar,populasi gajah di alam liar tersisa antara 41,410 sampai 52,345. Gajah asia cenderung berumur panjang, dengan usia tertua yang diketahui mencapai 86 tahun.

Hewan ini banyak didomestikasi. dan telah digunakan dalam kehutanan di Asia Selatan dan Tenggara selama berabad-abad dan digunakan juga untuk tujuan seremonial. Sumber-sumber sejarah mengindikasikan bahwa hewan ini kadang digunakan selama musim panen dalam kegiatan penggilingan. Gajah liar dapat dimanfaakatn untuk menarik wisatawan, namun hewan ini juga merusak panen, dan dapat memasuki perkampungan untuk merusak perkebunan.

Di Penjara 6 Tahun Akibat Upload Video Porno Ke Dalam Facebook

Di sebuah desa yang disebut “kerajaan gajah” di Vietnam, seorang pedagang terlihat memegang ekor gajah yang dipotong dan dikeringkan. Ekor gajah kering yang tampak berambut kasar itu dikatakan akan membawa keberuntungan. Perdagangan ekor gajah di Vietnam kini semakin memprihatinkan. Akibatnya, saat ini hanya tersisa beberapa gajah di negara itu.

“Saya akan memotongnya di hadapan Anda, sehingga Anda yakin itu tidak palsu,” kata seorang wanita penjual di desa Tri A yang berada di dataran tinggi di tengah hutan di Vietnam.

Kecintaan pada cincin dan gelang yang terbuat dari rambut ekor gajah memicu tren mode ekstrem yang mengkhawatirkan di negara yang terkenal dengan perdagangan satwa liarnya ini. Mulai dari cula badak, sisik trenggiling, gigi harimau, dan empedu beruang. Tren ini menyiksa beberapa gajah yang masih hidup di Vietnam yang ekor rambutnya telah dipotong oleh pemburu.

Mereka meninggalkan hewan itu tanpa embel-embel penting yang digunakan untuk memukul lalat dan menjaga punggung mereka tetap bersih.

Ekor Gajah

“Ekor gajah adalah bagian dari kebersihan tubuh, jadi dengan memotongnya, itu membuat cacat pada gajah,” kata Dionne Slagter, manager Animal Welfare Asia, kepada AFP.

Hilangnya habitat dan perburuan liar juga terjadi pada sejumlah gajah di Thailand, Kamboja dan Laos, di mana mereka disembah selama berabad-abad. Di Vietnam, etnis minoritas M’nong dan Ede di provinsi Dak Lak – dijuluki “kerajaan gajah” untuk kawanan besar yang pernah berkeliaran di hutan. Mereka memiliki penghormatan spiritual yang mendalam bagi para hewan.

Menurut legenda, orang yang menemukan rambut ekor gajah secara kebetulan di lantai rumah atau di hutan dianggap keberuntungan. Sayangnya, legenda ini telah dimanfaatkan pedagang dalam beberapa tahun terakhir untuk menjual untaian ekor dan rambut gajah. Selain itu, mereka juga membuat perhiasan dari gading dan patung Buddha untuk mendapat keuntungan hingga 900 dolar atau sekitar Rp 13 juta.

Padahal, memotong ekor atau mencabut bulu tidak pernah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Vietnam.

“Mereka mencintai dan menganggap gajah bagian dari keluarga mereka sehingga mereka tidak akan melakukan apa pun untuk menyakiti mereka,” menurut Linh Nga Nie Kdam, seorang peneliti budaya Ede.

“Warga juga tidak pernah menjual rambut gajah untuk mencari keuntungan,” tambahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

^