Meteorit ‘Pembunuh Anjing’ Jatuh dari Langit Mesir

Pagi hari itu, 28 Juni 1911 sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 pagi, bola api terlihat di atas wilayah Denshal, barat laut Alexandria, Mesir. Orang-orang yang kala itu mendongak ke langit kebingungan, menebak-nebak apa gerangan penampakan aneh tersebut.

Untuk memecahkan misteri tersebut, W.F. Hume dari Geological Survey of Egypt segera mengumpulkan keterangan sejumlah saksi mata. Dua bulan kemudian, ia mempublikasikan laporan berjudul The First Meteorite Record in Egypt. Bola api tersebut ternyata adalah meteorit yang kemudian diberi nama Nakhla.

Salah satu keterangan saksi yang dikumpulkan Hume berasal dari seorang petani yang mengaku melihat fragmen batu angkasa tersebut menimpa seekor anjing saat menghujam Bumi. pernyataan tersebut kemudian memicu mitos bahwa Nakhla adalah ‘meteorit pembunuh anjing’.

Klaim tersebut tak berdasar, namun kisah dramatis tersebut tak terbendung, menyebar melintasi zaman.

“Kolom menakutkan terlihat di langit Denshal. Kemudian, suara mengerikan muncul dari letusan yang melontarkan sejumlah fragmen material vulkanik. Fragmen mencurigakan itu menghujam ke Bumi, menembus pasir hingga kedalaman satu meter. Salah satunya menimpa seekor anjing…menjadikannya abu dalam sesaat,” demikian kisah yang tersebar kala itu.

Sekitar 40 pecahan batu angkasa ditemukan di area di tenggara Alexandria, di dekat kota Abu Hummus. W.F. Beratnya antara 20 gram hingga 1.813 gram — dengan massa keseluruhan mencapai 10 kilogram. Hume kemudian mengirimkan dua di antaranya ke Smithsonian Institution.

Kedua meteorit yang beratnya 117 gram and 52 gram tiba di Amerika Serikat pada Agustus 1911 dan menjadi salah satu koleksi Museum Sejarah Alam (Natural History Museum).

“Pada saat meteorit Nakhla jatuh, kami tidak tahu bahwa itu berasal dari Mars,” kata Cari M. Corrigan, ahli geologi di Divisi Meteorit Natural History Museum. “Yang kami tahu saat itu adalah, meteorit itu berbeda dari umumnya.”

Potongan-potongan meteorit Nakhla mesir, yang dijuluki Nakhlites, berasal dari Mars. Para ilmuwan bahkan mampu memprediksi lokasi Mars yang menjadi asal mula meteoroid.

Nakhlites adalah batuan beku yang kaya akan mineral augite — yang menunjukkan bahwa batu tersebut terbentuk dari magma basaltik sekitar 1,3 miliar tahun yang lalu, ketika Mars masih aktif secara vulkanik.

Melalui analisis yang cermat terhadap usia kristalisasi batuan, juga terkait kronologi kawah di berbagai wilayah di Mars, para ahli menduga, meteorit Nakhla kemungkinan besar terbentuk di daerah vulkanik kuno Tharsis, Elysium atau Syrtis Major Planum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

^